September 30, 2011

Rasi Bintang

Posted by Berty Wikimsiang at 03.35
Rasi bintang memang khayalan manusia saat melihat bintang bertaburan di langit. Manusia berkhayal bintang-bintang berbentuk beruang, kalajengking, dan lain-lain. Khayalan itu sangat menyenangkan dan indah, tapi bukan cuma itu rasi bintang pun berguna sebagai penunjuk arah.

Ilmuwan menduga bahwa manusia telah membuat rasi bintang sejak zaman es. Rasi bintang Ursa Major (Beruang Besar) telah menjadi legenda di Alaska dan Siberia. Padahal, kalian pasti tahu, penduduk Alaska dan Siberia adalah penduduk terpencil sejak zaman dahulu.

Di akhir zaman es atau 14.000 tahun yang lalu, orang Mesir Kuno juga punya rasi bintang sendiri. Rasi bintang Mesir Kuno yang terkenal adalah rasi bintang burung Nazar, ular Cobra, Sungai Nil, dan Osiris (Orion). Rasi bintang burung Nazar punya mata bintang Vega yang cemerlang. Orang Mesir juga berkhayal susunan bintang-bintang di langit seperti jenggot Firaun, Sapi, dan Sphinx.

Namun orang Babylonia yang paling rajin membuat dan mencatat rasi bintang di langit (sekitar 5.600 tahun SM). Bahkan orang Babylonia selalu mencatat kejadian-kejadian di langit dengan teliti (seperti bangsa Maya juga nih). Mereka mencatat gerhana dan gerak bintang. Karena orang Babylonia percaya bintang mempengaruhi nasib manusia. Orang Babylonia-lah juga yang pertama kali membuat sebutan zodiak.



Dari banyak rasi bintang yang ada, terdapat 12 rasi yang dikenal dengan nama ZODIAK. Zodiak ini dikenal oleh bangsa Babilonia sejak abad 2000 SM. Dari zodiak inilah selanjutnya kita mengenal pembagian nama bintang berdasarkan kelahirannya. Dua belas rasi tersebut,  adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Dan hal ini juga dikaitkan dengan kepercayaan bahwa bintang-bintang itu memberi pengaruh kepada kehidupan manusianya.
Tapi kamu tidak harus percaya, karena Zodiak ini sebenernya hanyalah penamaan 12 rasi dari banyak rasi yang tersebar di angkasa, yang kebetulan dilewati matahari setiap tahunnya


kemudian Ilmu rasi bintang Babylonia diambil bangsa Yunani. Bangsa Yunani menambahkan dongeng dewa-dewa Yunani ke rasi bintang Babylonia.

Orang Cina juga memiliki rasi bintang sendiri sejak zaman kuno. Sayangnya, rasi bintang Cina kurang terkenal. Kini, para astronom memakai rasi bintang modern buatan International Astronomy Union. Rasi bintang modern dilengkapi rasi bintang buatan para pelaut Erope abad 16.

Hingga kini Rasi Bintang yang resmi ditetapkan oleh Persatuan Astonomi Internasional berjumlah 88 buah.
Nama rasi bintang sendiri adalah hasil kesepakatan yang diambil dari nama yang telah ada sebelumnya, misalnya yang diambil dari karya Ptolomeus berjudul ALMAGEST. Sebenarnya tiap daerah tentu punya nama nya sendiri-sendiri, sebagai contoh di Indonesia, bintang terang dalam rangkaian ORION, dikenal sebagai bintang WALUKU.


.
Karena sejak dulu orang menyadari bahwa kemunculan bintang di langit malam selalu pada saat waktu dan kondisi yang sama, maka mereka menggunakan rasi bintang sebagai alat penunjuk arah dan waktu. Seperti bintang WALUKU yang kita bicarakan tadi, adalah sebagai penanda mulainya masa tanam bagi para petani. Juga bintang Salib (layang-layang) sebagai penunjuk arah selatan, dan bintang Beruang Besar (atau Gayung besar) sebagai penunjuk arah Utara. Para pelaut hingga kini juga masih menggunakan bintang sebagai pemandu arah dan juga untuk menentukan posisi kapalnya, alat yang digunakan pelaut dalam mengamati bintang tersebut adalah sextant.nah jika masih bingung, berikut ini akan coba sedikit sijangkung jelaskan deh...siapa tahu berguna jika kalian tersesat tanpa membawa peta/kompas atau pun GPS (Global Positioning System) yang saat ini sudah terintegrasi dalam handphone
Tersesat bisa jadi masalah besar kalau-kalau di sekitar kita tidak ada orang-orang yang bisa kita tanyai, tidak ada kompas, tidak ada peta apalagi GPS. Mungkin keadaannya tidak sampai membahayakan jiwa, namun untuk hal-hal sederhana seperti menentukan arah kiblat untuk sholat, setidaknya kita harus yakin bahwa arah kita telah benar. Karena bukan tidak mungkin kita hadapi situasi dan kondisi seperti ini. Mengandalkan feeling bisa menjadi pilihan, namun bila feeling sering salah ketika menjawab soal ujian, itu artinya mempercayai feeling bukanlah pilihan bijak.
Nah, untuk itu, bintang di langit bisa menjadi pilihan paten untuk dipercaya sebagai pemandu arah. Pengetahuan purba ini setidaknya kita tahu sedikit-sedikit.
Menurut para astronom, ada tiga rasi bintang yang populer digunakan oleh para nelayan, para peladang, penyuka kegiatan alam, hingga orang-orang tersesat tentunya, untuk mengetahui arah mata angin: rasi bintang Ursa Minor (artinya Beruang Kecil. Di Indonesia di sebut Biduk) , rasi bintang Crux (Layang, Gubung Penceng, Pari), dan rasi bintang Orion.

Ursa Minor menunjukkan arah utara. Lihat bintang yang paling ujung ( alfa), disebut Polaris, itulah yang menunjukkan arah utara.
Rasi bintang Crux menunjukkan arah selatan. Bintang paling bawah (alfa, bagian lengan yang terpanjang) itulah yang menunjukkan arah selatan.
Orion menunjukkan arah barat (tiga bintang yang lebih mirip ekor kalajengking dibandingkan pinggang Orion).
Ketiganya selalu terlihat jelas ketika langit cerah. Untuk mengantisipasi bila ada bagian langit yang tertutup awan, minimal ketiganya kita mengenalnya. Kalau-kalau satu yang terlihat dan yang lainnya tidak.
Selain ketiga rasi bintang ini, rasi-rasi lain tentu sangat banyak, para astronom tentu telah banyak memetakan. Tapi, tiga rasi bintang inilah yang paling jelas terlihat di malam hari bagi orang awam seperti kita, mencolok, dan sangat terpercaya sebagai pemandu arah mata angin.
Yah, kalau-kalau kita tersesat.
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Al An’aam:97, Al Quran)
berikut ini nama2 ke88 rasi bintang tsb


Andromeda
Antlia
Apus
Aquarius
Aquila
Ara
Aries
Auriga
Boötes
Caelum
Camelopardalis
Cancer
Canes Venatici
Canis Major
Canis Minor
Capricornus
Carina
Cassiopeia
Centaurus
Cepheus
Cetus
Chamaeleon
Circinus
Columba
Coma Berenices
Corona Australis
Corona Borealis
Corvus
Crater
Crux
Cygnus
Delphinus
Dorado
Draco
Equuleus
Eridanus
Fornax
Gemini
Grus
Hercules
Horologium
Hydra
Hydrus
Indus
Lacerta
Leo
Leo Minor
Lepu
Libra
Lupus
Lynx
Lyra
Mensa
Microscopium
Monoceros
Musca
Norma
Octans
Ophiuchus
Orion
Pavo
Pegasus
Perseus
Phoenix
Pictor
Pisces
Piscis Austrinus
Puppis
Pyxis
Reticulum
Sagitta
Sagittarius
Scorpiu
Sculptor
Scutum
Serpens
Sextans
Taurus
Telescopium
Triangulum
Triangulum Australe
Tucana
Ursa Major
Ursa Minor
Virgo
Vela
Volans
Vulpecula


Crux - Salib Selatan


Crux, yang dalam bahasa latin berarti salib, umumnya dikenal dengan sebutan Rasi Salib Selatan. Walaupun merupakan rasi paling kecil di antara 88 rasi bintang modern, Crux adalah salah satu rasi bintang yang paling dikenal. Rasi ini mudah dikenali karena bentuknya yang mirip layang-layang (ada juga yang menyebutnya seperti berlian) di langit selatan. Rasi ini juga mudah ditemukan karena adanya dua bintang terang (Alpha dan Beta Centauri) yang mendampinginya. Namun karena letaknya terlalu di selatan, orang-orang di belahan bumi utara seperti Eropa dan Amerika Utara akan sangat sulit melihatnya.


Bintang Acrux yang kembar tiga


Bintang paling terang dalam rasi ini adalah Alpha Crucis atau Acrux (kombinasi A dari Alpha dan Crux). Karena letaknya yang sulit diamati oleh orang-orang di belahan bumi utara, bintang ini tidak memiliki nama lain yang biasanya diambil dari nama-nama peradaban Yunani, Latin dan Arab kuno (seperti Betelgeuse untuk Beta Ori dan Antares untuk Alpha Scorpii). Acrux yang magnitudo semunya (m) = 0.83, merupakan bintang paling terang ke-12 di langit dengan jarak 321 tahun cahaya dari bumi. Keunikan dari bintang ini adalah, jika kita arahkan teleskop untuk melihatnya, bintang ini terlihat memiliki pasangan (kembar) yang saling mengorbit dalam waktu 76 hari. Pasangan bintang ini sering disebut dengan bintang ganda. Dengan temperatur permukaan sekitar 27 000o K, bintang-bintang ini 25 000 kali lebih cemerlang daripada Matahari. Lebih uniknya lagi, ternyata bintang ini merupakan bintang kembar tiga (bintang tripel) jika kita gunakan teleskop dengan resolusi yang lebih tinggi.


Nebula Coal Sack adalah nebula gelap yang paling jelas tampak di langit. Nebula ini dapat terlihat dengan baik oleh mata telanjang sebagai suatu bagian gelap di selatan jalur Bima Sakti. Nebula yang berjarak 2 000 tahun cahaya ini tersusun oleh gas dan debu dengan kerapatan tinggi dan dapat menyembunyikan cahaya bintang yang berada di belakangnya (tidak transparan). Objek jauh lainnya pada rasi Crux ini adalah Gugus Terbuka NGC 4755, yang lebih dikenal sebagai Kotak Perhiasan (Jewel Box) atau Gugus Kappa Crucis, yang ditemukan oleh Nicolas Louis de Lacaille pada tahun 1751 – 1752. Objek ini terletak pada jarak sekitar 7 500 tahun cahaya dan terdiri dari sekitar 100 bintang berwarna putih dan biru dengan kecerlangan tinggi yang tersebar seluas 20 tahun cahaya. Gugus bintang ini mudah ditemukan dan diamati dengan menggunakan binokuler atau teleskop karena dekat dengan Beta Crucis. Gugus ini terdiri dari bintang-bintang putih dan biru dengan luminositas tinggi. Nama Jewel Box diberikan oleh Sir John Herschel yang menyebutnya “perhiasan yang indah”.


Rasi Crux yang dikelilingi oleh Centaurus dan Musca.


Bersama dengan Gamma Crux (Gacrux), Acrux sering digunakan untuk menentukan arah kutub selatan. Caranya adalah dengan mengikuti garis yang ditunjukkan oleh kedua bintang itu dan memperpanjangnya sekitar 4,5 kali. Jarak antara kedua bintang itu akan membawa kita pada suatu titik dekat dengan kutub langit selatan. Cara lainnya, jika kita tarik garis tegak lurus di antara a Centauri (Toliman) dan ß Centauri, titik di mana garis ini berpotongan dengan garis yang dibentuk oleh Gacrux dan Acrux menandai letak kutub langit selatan.


Karena adanya gerak presisi dari titik ekuinoks, daerah Timur Tengah pada zaman purbakala masih dapat melihat bintang-bintang yang menyusun rasi Crux sehingga para astronom Yunani mengetahui bintang-bintang tersebut. Namun, dahulu rasi ini tidaklah dianggap sebagai rasi sendiri, melainkan bagian dari rasi Centaurus. Penemuan rasi bintang Crux sebagai rasi sendiri dihubungkan dengan astronom Perancis Augustin Royer pada tahun 1679. Sebelumnya, rasi ini memang sudah dikenal dengan bentuk seperti itu.


Dalam kebudayaan Jawa, rasi ini sering disebut dengan Gubuk Penceng yang digunakan oleh para nelayan tradisional untuk menentukan arah selatan. Lima bintang paling terang dalam rasi Crux (a, ß, ?, d, dan e Crucis) tampak pada bendera Australia, Brazil, Selandia Baru (tanpa epsilon), Papua Nugini dan Samoa, dan negara bagian Australia seperti Victoria, Wilayah Ibukota Australia, Wilayah Utara dan juga bendera Wilayah Magallanes di Chile. Bendera dari zona perdagangan Mercosur menampilkan empat bintang tercerah tanpa epsilon. Versi yang telah digayakan juga tampak pada Bendera Eureka.

0 comment:

Posting Komentar

 

-bertyswan- Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea