September 30, 2011

Keindahan Rasi Bintang

Posted by Berty Wikimsiang at 03.39
Ada banyak rasi bintang yang bisa kita amati segera setelah Matahari terbenam di ufuk barat pada awal September. Misal, rasi bintang Crux, Centaurus, Cygnus, Lyra, dan Aquila. Ada juga zodiak seperti Virgo, Libra, Scorpius, Sagittarius, Capricornus, dan Aquarius. Beberapa zodiak lain baru akan terlihat selepas tengah malam, seperti Pisces, Aries, dan Taurus.
Boleh jadi banyak yang bertanya-tanya, mengapa zodiak-zodiak di atas terlihat pada malam hari di bulan September? Bukankah menurut astrologi Scorpius seharusnya berada di bulan Oktober-November, Sagittarius di bulan November-Desember, Capricornus di bulan Desember-Januari, dan seterusnya?
Tak ada yang salah dengan fenomena langit yang terlihat oleh kita. Yang ada adalah salah tafsir arti rentang bulan dalam zodiak yang dimuat di media massa.
Arti sebenarnya dari rentang bulan dalam suatu zodiak-misalnya Aries, 22 Maret-21 April-adalah rentang waktu yang dihabiskan Matahari "berada" di zodiak tersebut dalam peredaran semunya di bola langit. Jadi, rentang waktu di atas tidak ada sangkut pautnya dengan "jadwal manggung" zodiak yang bersangkutan.
Justru dalam rentang waktu tersebut kita tidak akan dapat menjumpai zodiaknya di langit malam. Zodiak tersebut terbit dan terbenam mirip dengan saat terbit dan terbenam Matahari. Artinya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu di langit siang.
Pada awal September ini, rasi Virgo (Perawan) sudah condong ke barat pada saat Matahari terbenam. Seluruh rasi sudah akan tenggelam pada pukul 22.00, dan akan hilang dari peredaran alias tidak tampak di langit malam selepas Oktober. Virgo merupakan rasi terbesar kedua di langit.
Bintang paling terang di Virgo dinamakan Spica (skala terang: +1,0) yang berwarna putih kebiruan. Spica terdiri atas dua bintang yang sangat berdekatan. Namun, dengan mata telanjang, kita melihatnya seolah sebagai satu bintang saja.
Langit malam bulan September juga akan dihiasi oleh penampakan Scorpius (Kalajengking) yang merupakan salah satu rasi terbesar dalam zodiak. Bintang tercerahnya adalah Antares (skala terang: +10) yang menandai jantung Sang Kalajengking. Antares merupakan bintang maha raksasa merah dengan jari-jari sekitar 776 kali jari-jari Matahari dan berjarak 330 tahun cahaya.
Meskipun berukuran jauh lebih besar daripada Matahari kita, untuk ukuran sebuah bintang, temperatur permukaan Antares sangat rendah. Suhu sekitar 3.000-3.500 derajat Kelvin atau setengah kali temperatur Matahari. Warnanya yang merah menyebabkan Antares tampak mirip dengan Planet Mars.
Nama Antares sendiri memang berarti "tandingan Dewa Ares (Mars)". Penampakan Antares dan Mars sendiri saat ini terpisah jauh di langit. Saat Antares berada di atas kepala, Mars belum lama muncul dari cakrawala timur.
Kepala Scorpius ditandai salah satunya oleh bintang Graffias (+2,6). Ujung ekornya ditandai oleh dua bintang yang berdekatan, yaitu Shaula (+1,6) dan Lesath (+2,7). Tidak jauh dari sana terdapat dua gugus bintang yang dalam Messier diberi nama M6 dan M7. Pada malam yang cerah juga akan tampak sebuah pita putih seperti kabut yang melintasi Scorpius. Pita putih ini merupakan kumpulan miliaran bintang di dalam Galaksi Bima Sakti.
Rasi Scorpius pertama kali diberi nama Girtab oleh orang Sumeria Kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dalam mitologi Yunani, Scorpius diutus dewa memburu Orion. Apa pasal? Dewa tidak mengizinkan adiknya, Artemis, untuk berhubungan dengan Orion. Tetapi Scorpius tidak pernah berhasil menangkap Orion dan pengejarannya di langit malam dikenal sebagai pengejaran abadi. Memang, saat penampakannya di langit berbeda. Saat Scorpius terbit di timur, Orion baru saja terbenam di ufuk barat.
Menelusuri pita putih Bima Sakti ke arah utara, akan kita jumpai sebuah bintang terang berwarna putih kebiruan: bintang Vega (skala terang: +0,0). Ia terletak di rasi Lyra. Dua belas ribu dari sekarang, sumbu rotasi Bumi kita akan mengarah ke bintang ini. Berarti, saat itu Vega akan menjadi Bintang Utara. Saat ini, sumbu rotasi Bumi masih "menunjuk" ke bintang Polaris di rasi Ursa Minor.
Bersama-sama dengan bintang Altair (+0,8) di rasi Aquila dan bintang Deneb (+1,2) di rasi Cygnus, Vega membentuk formasi segitiga. Bagi penduduk yang mukim di belahan utara Bumi, kehadiran ketiga bintang ini merupakan pertanda masuknya musim panas. Karena itu ketiganya dikenal Segitiga Musim Panas (Summer Triangle).

0 comment:

Posting Komentar

 

-bertyswan- Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea